Rabu, 06 April 2011

tugas II (LAPORAN & PROPOSAL)

LAPORAN

1. LATAR BELAKANG
Laporan merupakan hal yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari, apakah itu termasuk laporan yang diterima secara resmi maupun laporan yang masuk dari mulut ke mulut. Kalau dalam kehidupan sehari-hari laporan ini biasa kita kenal dengan istilah pengaduan, dimana pengaduan disini yang nantinya akan menimbulkan percecokan atau membawa manfaat kebaikan sangat tergantung dari pemberi informasi atau bagaimana cara menangkap informasi tersebut. Dari gambaran diatas dapat kita ketahui betapa pentingnya peranan laporan dalam kehidupan sehari-hari apalagi jika laporan tersebut menyangkut kehidupan suatu perusahaan atau organisasi.
2. MASALAH
Untuk mengetahui perbedaan jenis laporan, dan manfaat laporan bagi perusahaan.
3. LANDASAN TEORI
ü Definisi Laporan adalah :
1. Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authoriyy) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada pada mereka.
2. Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.
Laporan mempunyai peranan yang penting pada suatu organisasi karena dalam suatu organisasi dimana hubungan antara atasan dan bawahan merupakan bagian dari keberhasilan organisasi tersebut. Dengan adanya hubungan antara perseorangan dalam suatu organisasi baik yang berupa hubungan antara atasan dan bawahan, ataupun antara sesama karyawan yang terjalin baik maka akan bisa mewujudkan suatu system delegation of author dan pertanggungjawaban akan terlaksana secara efektif dan efisien. Agar laporan tersebut efektif ada syarat-syarat yang harus dipenuhi demi terbentuknya laporan yang baik maka seseorang perlu mengetahui secara baik bagaimana pembuatan format laporan yang sempurna. Sehingga dengan laporan yang terformat akan dapat bermanfaat baik dalam komunikasi maupun dalam mencapai tujuan organisasi.
ü Manfaat Laporan Bagi Perusahaan
1. Merupakan perwujudan dari responsibility pelapor terhadap tugas yang dilimpahkan.
2. Sebagai alat untuk memperlancar kerjasama dan koordinasi maupun komunikasi yang saling mempengaaruhi antar perseorangan dalam organisasi
3. Sebagai alat untuk membuat budgeting (anggaran), pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, maupun pengambilan keputusan.
4. Sebagai alat untuk menukar informasi yang saling dibutuhkan dalam pekerjaan.
ü Syarat – syarat agar laporan dapat bermanfaat dan dibutuhkan peranannya oleh perusahaan :
1. Clear : kejelasan
2. Mengenai sasaran permasalahan : jangan bertele-tele
3. Complete : lengkap
4. Tepat waktu dan cermat
5. Consistant : tetap
6. Objektif dan Factual : objektif dan berdasarkan fakta yang sebenarnya
7. Harus ada proses timbal balik
ü Langkah – Langkah dalam Pembuatan Laporan :
1. Pengumpulan data dan fakta
2. Pemindahan tabulating data dan fakta
3. Membuat kerangka laporan
ü Jenis – Jenis Laporan
1. Laporan diskusi
2. Laporan kegiatan
3. Laporan peristiwa
4. Laporan penelitian
5. Laporan perjalanan
ü Kegunaan Laporan antara lain :
1. Untuk mengatasi suatu masalah
2. Mengambil keputusan yang efektif
3. Mengetahui kemajuan dan perkembangan masalah
4. Menemukan teknik – teknik baru dan mengadakan pengawasan serta perbaikan
Format Penulisan Laporan
Laporan penelitian ditulis dalam suatu format laporan. Format diartikan sebagai bentuk susunan, atau organisasi suatu laporan, yaitu bagaimana bagian-bagian laporan itu diurutkan dan disusun. Biasanya format laporan penelitian ditentukan oleh lembaga pemberi dana. Peneliti harus menggunakan format penulisan laporan sesuai dengan permintaan lembaga pemberi dana atau sesuai dengan jenis penelitian yang disetujui untuk didanai. Pedoman penulisan laporan ini berlaku untuk penyusunan laporan penelitian yang dananya dikelola langsung oleh IAIN Sultan Amai Gorontalo. Laporan penetitian dapat djsajikan dengan format bebas atau format tetap. Laporan yang ditulis dengan format bebas tidak-dibatasi jumlah babnya serta isi masing-masing babnya. Laporan penelitian dengan format tetap harus mengikuti aturan tertentu mengenai jumlah bab dan isi tiap-tiap bab. Dalam pedoman ini dikemukakan dua cara penulisan laporan, yaitu berdasarkan hasil penelitian kuantitatif dan hasil penelitian kualitatif.
1. Laporan Penetitian Kuantitatif
Laporan penelitian kuantitatif disajikan secara lugas, objektif dan apa adanya. Isi pokoknya adalah apa yang diteliti, bagaimana penelitian dilakukan, hasil-hasil, serta kesimpulan penelitian. Laporan penelitian kuantitatif terdiri atas tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.
2. Laporan Penelitian Kualitatif
Penulisan laporan penelitian kualitatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan penelitian kualitatif. Karena penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala atau fenomena secara menyeluruhdan kontekstual, maka laporan penelitian kualitatif harus mampu memberikan gambaran yang utuh dan kontekstual tetang topik yang diteliti. Laporan penelitian kualitatif terdiri atas tiga bagian utama, yakni bagian awal, bagian inti dan bagian akhir.
ü Sistematika Laporan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Penelitian/Pengamatan
(berisikan alasan kita memilih judul tersebut untuk diteliti)
B. Tujuan Pengamatan
(tujuan kita mengamati judul tersebut)
C. Kegunaan Pengamatan
(apa gunanya kita melakukan pengamatan, baik untuk kita sendiri maupun untuk orang ain)
Bab II. Landasan Teori tentang judul penelitian (misalnya pengolahan manisan rumput laut)
(disini dibahas mengenai cara pengolahan (termasuk bahan-bahan untuk pembuatan manisan, alat-alat yang digunakan, berapa biaya yang diperlukan dll), hasil dari pengolahan, pemasaran, siapa yang membelinya dan lain-lain yang menurut anda berhubungan dengan pengolahan manisan rumput laut.
Bab III. Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
(ringkasan dari pengamatan)
B. Saran
(ditujukan untuk pembuat manisan, dan untuk penulis laporan)
Daftar Pustaka (daftar sumber-sumber dari buku,majalah,koran dll)
Lampiran-Lampiran (catatan-catatan yang kita peroleh dari orang yang kita teliti seperti daftar harga bahan-bahan pembuat manisan, dan lain-lain yang dikeluarkan oleh pembuat manisan)
Bentuk Laporan Resmi atau Ilmiah
Ada berbagai macam format penulisan. Namun perbedaan di antara format-format yang ada jangan terlalu dipermasalahkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah:
1. Pembaca dapat memahami dengan jelas bahwa penelitian telah dilakukan tujuan dan hasilnya.
2. Langkah – langkah medannya jelas , agar jika pembaca tertarik dapat mengulang kembali.
Bentuk resmi dari suatu laporan terutama laporan yang panjang haruslah dibuat memperhatikan soal-soal kerangka, sistematika, teknis penulisan dan sebagainya.
Laporan resmi tersusun secara tepat dan terperinci mengenai hal – hal dibawah ini :
1. Halaman judul
2. Kata pengantar
3. Daftar isi
4. Daftar table
5. Daftar gambar
6. Pendahuluan
7. Tubuh laporan
8. Kesimpulan dan saran
9. Daftar pustaka
10. Lampiran
11. Daftar petunjuk
4. KESIMPULAN
Dari teori – teori diatas dapat disimpulkan bahwa laporan sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan suatu organisasi. Tidak hanya untuk organisasi, laporan juga sangat erat hubungannya dengan mahasiswa yaitu dalam pembuatan Tugas Akhir (skripsi, tesis dll). Laporan adalah keterangan atau informasi yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan secara tertulis. Laporan dapat berupa deskripsi, narasi dan eksposisi.












PROPOSAL
1
DEFINISI DAN FUNGSI PROPOSAL PENELITIAN

Proposal penelitian merupakan dokumen tertulis yang dibuat untuk mengkomunikasikan kepada pembimbing, penyandang dana, atau sponsor-sponsor penelitian tentang strategi yang akan digunakan peneliti dalam memecahkan masalah. Proposal harus secara jelas menjawab pertanyaanapa,mengapa,bagaimana, danbilamana tentang penelitian yang akan dilakukan. Dari sudut bahasa, proposal penelitian menuntut pemakaian bahasa baku dengan konstruksi kalimat yang ringkas, langsung, serta tidak bermakna ganda, agar tidak menimbulkan salah pengertian dari pembacanya.
Proposal penelitian berfungsi untuk: (1) Meyakinkan orang lain bahwa penelitian yang diusulkan penting untuk dilakukan; (2) Memperlihatkan keakraban peneliti dengan bidang yang diteliti dan kompetensi peneliti dalam melaksanakan penelitian yang akan dilakukannya; (3) Menjadi dokumen “kontrak” informal peneliti dengan penyandang dananya, sebagai kesepakatan tentang ruang lingkup kegiatan penelitian yang akan dilakukan; (4) Menjamin semua aspek penelitian telah dipertimbangkan secara matang; serta (5) Menjadi kerangka acuan bagi peneliti dalam melaksanakan proyek penelitiannya, sehingga penelitiannya dapat dikendalikan agar berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

KARAKTERISTIK PROPOSAL PENELITIAN

Proposal penelitian mahasiswa memiliki beberapa karakteristik sebagai
berikut :
1. Merupakan suatu rancangan pokok penelitian yang akan dilakukan
guna mengumpulkan bahan penulisan skripsi.
2. Memperlihatkan kemampuan mahasiswa terhadap permasalahan yang akan diteliti dan pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian tersebut.
3. Ruang lingkup proposal sesuai dengan bidang kajian akademis
mahasiswa.
4. Rancangan penelitian mengacu kepada permasalahan aktual dan memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu maupun kepentingan praktisi di lapangan.
SISTEMATIKA DAN FORMAT PROPOSAL PENELITIAN

Rancangan atau proposal penelitian untuk skripsi mahasiawa
secara umum terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut :
1. Judul
Judul merupakan hal yang pertama kelihatan dan yang sering ditanyakan oleh seseorang, misalnya: Apa judul penelitian Saudara?
Dalam memilih dan menetapkan judul suatu penelitian, Mardalis (1999) menyarankan tentang hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut:
a.Judul sebaiknya yang menarik minat peneliti
b.Judul yang dipilih mampu untuk dilaksanakan peneliti
c.Judul hendaknya mengandung kegunaan praktis dan penting untuk diteliti
d.Judul yang dipilih hendaknya cukup data tersedia
e.Hindari terjadinya duplikasi judul dengan judul lain.
Hal yang perlu dipertimbangkan agar judul suatu usulan penelitian memenuhi syarat sebagai judul yang tepat dan baik, yaitu:
(1)Judul dalam ungkapan pernyataan, bukan pertanyaan.
a.Cukup jelas dan singkat serta tepat.
b.Berisi variabel-variabel yang akan diteliti
Berikut ini diberikan contoh judul penelitian yang dikutip dari Berkala Penelitian Pascasarjana Universitas Gadjah Mada jilid 6, No. 1B, Februari 1993:
(1) Model Simulasi Kebutuhan Air untuk Tanaman Padi dan
Palawija pada Lahan Berbentuk Surjan
(2) Hidrolisis Pati Talas Menjadi Glukose dengan Katalisator
Asam Khlorid Secara Sinambung
(3) Suatu Model Pengontrolan Pemutus Beban Tegangan Tinggi dengan Serat Optis
Menurut Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (1991) judul penelitian dibuat sesingkat-singkatnya, tetapi jelas dan menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti, dan tidak membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam.
Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan (2002) memberi petunjuk bahwa judul hendaknya ekspresif, sesuai dan tepat dengan masalah yang ditulis dantidak membuka peluang untuk penafsiran ganda.
Program Pascasarjana Universitas Andalas (1997) memberi petunjuk di dalam menentukan judul penelitian, yaitu harus singkat (diusahakan tidak lebih dari 16 kata), harus jelas, sebaiknya menggambarkan tema yang akan diteliti, dan diusahakan yang mudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Judul tesebut harus tepat, logis dan cermat, bersifat indikatif dan informatif.
2. Pendahuluan
Dalam suatu majalah atau internet sering kali kita menemukan
sebuah tulisan dan sering kali kita berpikir
Apa ini?
Kenapa saya membaca ini?
Apa yang kamu inginkan dari saya?
Kurang lebihnya jawaban yang harus Anda lakukan dalam membuat sebuah pendahuluan skripsi, tesis, atau disertasi atau juga yang masih berupa proposal.
a.Set the context – lengkapi dengan informasi-informasi yang umum seputar ide pokok sehingga mampu mengondisikan pembaca mendapatkan rasa dari apa yang kita bahas, serta dari pembacaan informasi tersebut ciptakan mereka mendukung apa yang sedang Anda teliti.
b.State why the main idea is important – Tuliskan dengan membayangkan pembaca pendahuluan penelitian Anda peduli terhadap apa yang Anda teliti dan menanti kelanjutan dari penelitian Anda.
c. State your thesis/claim – karang barang satu atau dua kalimat yang menyatakan posisi atau kedudukan Anda menghadapi masalah yang menjadi topik dalam penelitian Anda.
Kadangkala dalam penelitian dijumpai penulisan definisi istilah atau definisi operasional yang bertujuan untuk menggiring pembaca dapat memahami situasi yang kita ciptakan. Kemudian dilanjutkan dengan menuliskan tingkat kepentingan apa yang menjadi topik penelitian. Ditutup dengan batasan-batasan yang menjadi ruang lingkup dalam penelitian serta action apa saja yang diberikan dalam penelitian tersebut.
Struktur pendahuluan sendiri dapat dilihat pada jenis-jenis proposal yang saya sebutkan pada bagian lain. Silahkan dilihat pada struktur proposal penelitian lapangan (kualitatif/kuantitatif), kajian pustaka maupun penelitian pengembangan.
Bagian pendahuluan ini mengemukakan tentang latar belakang masalah dan urgensi mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan. Hal itu dapat dikemas dalam beberapa bagian seperti :
a. Latar belakang
Kegiatan dilakukan untuk menjawab keingintahuan untuk mengungkapkan suatu kreativitas/gejala/konsep/dugaan atau menerapkannya untuk suatu tujuan. Dalam penuilsan latar belakang juga harus dikemukakan hal-hal yang mendorong atau argumentasi pentingnya dilakukan kegiatan yang diusulkan. Uraikan proses dalam mengidentifikasi masalah yang akan dicari solusinya.
Penelitian dilakukan untuk menjawab permasalahan. Dengan demikian maka masalah atau latar belakang masalah merupakan penentu apakah suatu penelitian layak dikerjakan atau tidak.
Pada “latar belakang masalah” ditunjukkan adanya masalah yang (akan) diteliti. Latar belakang ini harus ditampilkan secara kuat, maka kita harus mengemukakan data dan fakta sebagai alasan, dengan mengurangi argumentasi pribadi sedikit mungkin
Pada latar belakang ini peneliti harus dapat menjelaskan bahwa keinginan untuk meneliti masalah tersebut timbul, karena peneliti melihat adanya kesenjangan atau jurang perbedaan antara hal yang seharusnya atau idealnya dengan kenyataan yang ditemui di lapangan. Pada latar belakang ini harus diketahui dengan jelas bahwa masalah yang diajukan betul-betul dirasakan perlunya.
Agar pada latar belakang ini dapat diajukan argumentasi yang kuat serta didukung oleh fakta dan data, maka peneliti perlu melakukan studii pendahuluan ataupun studi pustaka.
Menurut Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (1991) pada latar belakang berisi perumusan masalah, yang memuat penjelasan mengenai alasan mengapa masalah yang dikemukakan dalam usulan penelitian itu dipandang menarik, penting, dan perlu diteliti. Selain itu juga diuraikan kedudukan masalah yang akan diteliti dalam lingkup permasalahan yang lebih luas.
Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan (2002) menyatakan bahwa pada perumusan masalah yang mencakup latar belakang tentang alasan mengangkat masalah tersebut dan ada penjelasan tentang makna paling penting serta menariknya masalah tersebut untuk ditelaah.
b. Batasan dan rumusan masalah
Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti atau dipecahkan. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis yang akan diuji, dugaan yang akan dibuktikan, masalah yang akan dicari penyelesaiannya. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan kegiatan penelitian. Uraian perumusan masalah tidak harus dalam bentuk pertanyaan.
c. Tujuan dan manfaat penelitian
Berikan pernyataan singkat mengenai tujuan kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian dapat bertujuan untuk menjajagi, menguraikan, menerangkan, membuktikan atau menerapkan suatu gejala, konsep atau dugaan, atau membuat suatu model. Rumuskan tujuan yang akan dicapai secara spesifik yang merupakan kondisi baru yang diharapkan terwujud setelah kegiatan penelitian selesai. Rumusan tujuan hendaknya jelas dan dapat diukur.
3. Landasan Teori
Menurut Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (1991) landasan teori dijabarkan dari tinjauan pustaka dan disusun sendiri oleh mahasiswa sebagai tuntunan untuk memecahkan masalah peneliian dan untuk merumuskan hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan yang langsung berkaitan dengan bidang ilmu yang diteliti.
Bagian ini terdiri dari:
a. Uraian teori
b. Kerangka konseptual
c. Hipotesis (untuk penelitian tertentu boleh tidak
menggunakan hipotesis)

4. Metodologi Penelitian
Bagian ini menyajikan penjelasan antara lain meliputi :
a. Variabel penelitian
b. Tempat dan waktu penelitian
c. Sumber data atau populasi dan sampel
d. Alat pengumpul data (sebaiknya dilengkapi dengan kisi-kisi
atau indikator)
e. Teknik analisis data yang digunakan

Beberapa prinsip metodologi oleh beberapa ahli, diantaranya:
a. Rene Descartes
Dalam karyanya Discourse On Methoda, dikemukakan 6 (enam) prinsip metodologi yaitu:
Membicarakan masalah ilmu pengetahuan diawali dengan menyebutkan akal sehat (common sense) yang pada umumnya dimiliki oleh semua orang. Akal sehat menurut Descartes ada yang kurang, adapula yang lebih banyak memilikinya, namun yang terpenting adalah penerapannya dalam aktivitas ilmiah.
Menjelaskan kaidah-kaidah pokok tentang metode yang akan dipergunakan dalam aktivitas ilmiah maupun penelitian. Descartes mengajukan 4 (empat) langkah atau aturan yang dapat mendukung metode yang dimaksud yaitu: (1) Jangan pernah menerima baik apa saja sebagai yang benar, jika anda tidak mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya. Artinya, dengan cermat hindari kesimpulan- kesimpulan dan pra konsepsi yang terburu-buru dan jangan memasukkan apapun ke dalam pertimbangan anda lebih dari pada yang terpapar dengan begitu jelas sehingga tidak perlu diragukan lagi, (2) Pecahkanlah setiap kesulitan anda menjadi sebanyak mungkin bagian dan sebanyak yang dapat dilakukan untuk mempermudah penyelesaiannya secara lebih baik.(3) Arahkan pemikiran anda secara jernih dan tertib, mulai dari objek yang paling sederhana dan paling mudah diketahui, lalu meningkat sedikit demi sedikit, setahap demi setahap ke pengetahuan yang paling kompleks, dan dengan mengandaikan sesuatu urutan bahkan diantara objek yang sebelum itu tidak mempunyai ketertiban baru. (4) Buatlah penomoran untuk seluruh permasalahan selengkap mungkin, dan adakan tinjauan ulang secara menyeluruh sehingga anda dapat merasa pasti tidak suatu pun yang ketinggalan. (5)Langkah yang digambarkan Descartes ini menggambarkan suatu sikap skeptis metodis dalam memperoleh kebenaran yang pasti.
Menyebutkan beberapa kaidah moral yang menjadi landasan bagi penerapan metode sebagai berikut: (1) Mematuhi undang-undang dan adat istiadat negeri, sambil berpegang pada agama yang diajarkan sejak masa kanak-kanak. (2) Bertindak tegas dan mantap, baik pada pendapat yang paling meyakinkan maupun yang paling meragukan. (3) Berusaha lebih mengubah diri sendiri dari pada merombak tatanan dunia.
Menegaskan pengabdian pada kebenaran yang acap kali terkecoh oleh indera. Kita memang dapat membayangkan diri kita tidak berubah namun kita tidak dapat membayangkan diri kita tidak bereksistensi, karena terbukti kita dapat menyangsikan kebenaran pendapat lain. Oleh karena itu, kita dapat saja meragukan segala sesuatu, namun kita tidak mungkin meragukan kita sendiri yang sedang dalam keadaan ragu-ragu.
Menegaskan perihal dualisme dalam diri manusia yang terdiri atas dua substansi yaitu RESCOGITANS (jiwa bernalar) dan RES-EXTENSA (jasmani yang meluas). Tubuh (Res-Extensa) diibaratkan dengan mesin yang tentunya karena ciptaan Tuhan, maka tertata lebih baik. Atas ketergantungan antara dua kodrat ialah jiwa bernalar dan kodrat jasmani. Jiwa secara kodrat tidak mungkin mati bersama dengan tubuh. Jiwa manusia itu abadi.
b. Alfred Julesayer
Dalam karyanya yang berjudul Language, Truth and Logic yang terkait dengan prinsip metodologi adalah prinsip verifikasi. Terdapat dua jenis verifikasi yaitu: Verifikasi dalam arti yang ketat (strong verifiable), yaitu sejauh mana kebenaran suatu proposisi (duga-dugaan) itu mendukung pengalaman secara meyakinkan.
Verifikasi dalam arti yang lunak, yaitu jika telah membukakemungkinan untuk menerima pernyataan dalam bidang sejarah (masa lampau) dan ramalan masa depan sebagai pernyataan yang mengandung makna.

5. Daftar Pustaka
Dari jurnal “Berkala Penelitian Pascasarjana Universitas Gadjah Mada” Jilid 6, No. 1B, Februari 1993, dinyatakan petunjuk penulisan daftar pustaka sebagai berikut :
a. Untuk buku: nama pokok dan inisial pengarang, tahun terbit,
judul, jilid, edisi, nama penerbit, tempat terbit.
b. Untuk karangan dalam buku: nama pokok dan inisial pengarang, tahun, judul karangan, inisial dan nama editor, judul buku, halaman permulaan dan akhir, (karangan), nama penerbit, tempat terbitan.
c. Untuk karangan dalam majalah atau jurnal: nama pokok dan inisial pengarang, tahun, judul karangan, singkatan nama majalah, jilid, (nomor), halaman permulaan dan akhir.
d. Untuk karangan dalam pertemuan: nama pokok dan inisial pengarang, tahun, judul karangan, singkatan nama pertemuan (penyelenggara), waktu, tempat pertemuan.
Contoh :
Clark, C.W., 1985. Bioeconomic Modelling and Fisheries
Management, John Wiley & Sons Ltd, Singapura.
Grudee,J.,1986. The Influence of Systemic and Local Factors on the Development of Atherosclerosisda lam J.K. Maruki and S. Bagio (eds) : Human Atherosclerosis, pp. 131-164, Academic Press, London.

MACAM-MACAM PROPOSAL PENELITIAN
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.
Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.
Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan
Berikut adalah format penulisan proposal penelitian pengembangan:
a. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah mengungkapkan konteks pengembangan projek dalam masalah yang hendak dipecahkan. Oleh karena itu, uraian perlu diawali dengan identifikasi kesenjangan-kesenjangan yang ada antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, serta dampak yang ditimbulkanoleh kesenjangan-kesenjangan itu. Berbagai alternatif untuk mengatasi kesenjangan itu perlu dipaparkan secara singkat disertai
dengan identifikasi faktor penghambat dan pendukungnya. Alternatif yang ditawarkan sebagai pemecah masalah beserta rasionalnya dikemukakan pada bagian akhir dari paparan latar belakang masalah.
b. Rumusan Masalah
Sebagai penegasan dari apa yang telah dibahas dalam latar belakang masalah, pada bagian ini perlu dikemukakan rumusan spesifik dari masalah yang hendak dipecahkan. Rumusan masalah pengembangan projek hendaknya dikemukakan secara singkat, padat, jelas, dan diungkapkan dengan kalimat pernyataan, bukan dalam bentuk kalimat pertanyaan seperti dalam rumusan masalah penelitian. Rumusan masalah hendaknya disertai dengan alternatif pemecahan yang ditawarkan serta rasional mengapa alternatif itu yang dipilih sebagai cara pemecahan yang paling tepat terhadap masalah yang ada.
c. Tujuan Pengembangan
Tujuan pengembangan dirumuskan bertolak dari masalah yang ingin dipecahkan dengan menggunakan alternatif yang telah dipilih. Arahkan rumusan tujuan pengembangan ke pencapaian kondisi ideal seperti yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah.
d. Spesifikasi Produk yang Diharapkan
Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik produk yang diharapkan dari kegiatan pengembangan. Karakteristik produk mencakup semua identitas penting yang dapat digunakan untuk membedakan satu produk dengan produk lain-nya. Produk yang dimaksud dapat berupa kurikulum, modul, paket pembelajaran, buku teks, alat evaluasi, model, atau produk lain yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah pelatihan, pembelajaran, atau pendidikan. Setiap produk memiliki spesifikasi yang berbeda dengan produk lainnya, misalnya kurikulum bahasa Inggris memiliki spesifikasi yang berbeda jika dibandingkan dengan kurikulum bidang studi lainnya, meskipun di dalamnya dapat ditemukan komponen yang sama.
e. Pentingnya Pengembangan
Bagian ini sering dikacaukan dengan tujuan pengembangan. Tujuan pengembangan mengungkapkan upaya pencapaian kondisi yang ideal, sedangkan pentingnya pengembangan mengungkapkan argumentasi mengapa perlu ada pengubahan kondisi nyata ke kondisi ideal. Dengan kata lain, pentingnya pengembangan mengungkapkan mengapa masalah yang ada perlu dan mendesak untuk dipecahkan. Dalam bagian ini diharapkan juga terungkap kaitan antara urgensi pemecahan masalah dengan konteks permasalahan yang lebih luas. Pengkaitan ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa pemecahan suatu masalah yang konteksnya mikro benar-benar dapat memberi sumbangan bagi pemecahan masalah lain yang konteksnya lebih luas.
f. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan
Asumsi dalam pengembangan merupakan landasan pijak untuk menentukan karakteristik produk yang dihasilkan dan pembenaran pemilihan model serta prosedur pengembangannya. Asumsi hendaknya diangkat dari teori-teori yang teruji sahih, pandangan ahli, atau data empiris yang relevan dengan masalah yang hendak dipecahkan dengan menggunakan produk yang akan dikembangkan. Keterbatasan pegembangan mengungkapkan keterbatasan dari produk yang dihasilkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, khususnya untuk konteks masalah yang lebih luas. Paparan ini dimaksudkan agar produk yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan ini disikapi hati-hati oleh penggunasesuai dengan asumsi yang menjadi pijakannya dan kondisi pendukung yang perlu tersedia dalam memanfaatkannya.



TATA CARA PENULISAN
Dengan mempertimbangkan petunjuk pada Program Pascasarjana Universitas Andalas (1997), maka dapat diutarakan petunjuk tata tulis proposal sebagai berikut :
1. Kertas untuk pencetakan dan perbanyakan proposal penelitian
adalah HVS putih atau kertas fotocopi 80 gsm berukuran A4
2. Proposal diketik dengan menggunakan komputer jenis huruf (font) “roman”, “time new roman” atau “curir” dengan ukuran huruf (font size) 12
3. Batas ketikan adalah 4 cm dari pinggir kiri, 3 cm dari pinggir kanan,
pinggir atas, dan pinggir bawah
4. Ketikan antar baris adalah berjarak dua spasi, kecuali untuk judul tabel, judul gambar, dan judul lampiran (yang lebih dari satu baris) adalah berjarak satu spasi
5. Di dalam pemberian nomor halaman, bagian awal dari proposal
penelitian, yaitu mulai dari halaman luar sampai sebelum Bab I (Pendahuluan) diberi nomor dengan angka romawi kecil (i, ii, iii, iv, v, dan seterusnya); bagian isi (dari Bab I sampai dengan bagian akhir) diberi nomor halaman dengan angka Arab (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya)
6. Nomor halaman ditempatkan di sudut kanan atas berjarak 1,5 cm
dari pinggir atas dan 3 cm dari pinggir kanan kertas, dan
7. Halaman judul bab tidak dituliskan nomor halamannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar